Jenis Kayu Berdasarkan Massa, Berat, dan Kelasnya

Jenis kayu di Indonesia sangat banyak sekali kawan. Jenis tersebut bisa kita kategorikan seperti, jenis-jenis kayu berdasarkan kekuatannya, atau juga bisa berdasarkan levelnya. Atau jika tidak bisa juga berdasarkan manfaatnya, dan banyak lagi kawan.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan belajar mengenai, berat jenis kayu, massa jenis, jenis-jenis finishing, dan juga sambungan kayu. Rata-rata manusia mencari kayu untuk dicari kekuatan kayunya. Karena pada dasarnya, semakin kuat kayu yang dicari, semakin bagus juga jenis kayunya.

Level Kayu
Contoh Kayu yang Masih Berbentuk Pohon

Massa Jenis Kayu

Apa yang dimaksud massa jenis? Jika kalian belum tahu, yang dimaksud massa jenis atau bisa kita sebut juga densitas yaitu pengukuran massa setiap volume pada suatu benda. Jadi rumusnya semakin tinggi massa jenis benda tersebut, maka semakin besar juga massa volume benda tersebut.

Massa jenis benda adalah total massa dibagi dengan total volumenya. Misal, sebuah benda yang memiliki massa jenis yang tinggi seperti halnya besi. Kesimpulannya besi tersebut memiliki volume yang rendah dari pada benda yang memiliki massa jenis yang lebih rendah seperti halnya air.

Berikut adalah rumus untuk menentukan massa jenis yaitu

ρ yaitu melambangkan massa jenis

melambangkan massa

dilambangkan sebagai volume

Satuan yang digunakan CGS atau centi gram sekon yaitu gram per sentimeter kubik. 1 g/cm3=1000 kg/m3

Berat Jenis Kayu

Bagaimana setelah membaca subtitle heading di atas? Apakah paham? Mudeng? atau malah mubeng? Hehe agak pusing dikit gapapa lah kawan. Lanjut, masuk ke pembahasan selanjutnya yaitu mengenai berat jenis.

Yaitu merupakan rasio suatu benda terhadap volumenya. Satuan yang digunakan untuk menghitung yaitu N/m^3. Sedangkan rumus yang digunakan yaitu

N/m^3.= Rapat jenis (specific gravity) disebut juga dengan massa jenis yang relatif. Nah, antara massa jenis suatu zat dengan massa jenis yang standar pada air murni. Air minum yang murni memiliki massa jenis  1 g/cm3 (0.036 lb/cu in) atau 1,000 kg/m3 (1,700 lb/cu yd).

Maka N/m^3 atau rapat jenis nya tidak memiliki satuan atau tidak memiliki dimensi. Rumusnya adalah: SG = ρ / ρ(H2O)

Nah, jadi bagaimana kawan? Apakah sudah paham? Kita lanjut ke materi berikutnya saja kawan. Pelajaran yang akan kita pelajari berikutnya adalah jenis kayu berdasarkan kelas, level, dan juga berdasarkan seratnya.

Jenis-jenis Kayu Berdasarkan Kelasnya

Sebagai bahan yang multifungsi, barang ini memang menjadi salah satu barang yang banyak dicari orang. Selain dijadikan sebagai bahan dasar kerajinan, tanpa kita sadari kayu juga berfungsi untuk membantu kegiatan sehari-hari manusia.

Coba bayangkan jika populasi kayu ini habis, mungkin manusia tidak akan bisa membuat rumah-rumah megah, gedung pencakar langit, hotel bintang lima, tempat ibadah, dan bahkan tempat-tempat wisata pun kita rasa juga tidak akan ada.

Dari beberapa pernyataan di atas. Dapat kita simpulkan bahwa kita selaku pelaku pekerjaan yang menggunakan kayu, harus bisa memilah jenis. Jenis kayu yang kita pilih setidaknya yang sekiranya bisa di gunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Lebih-lebih, jika kayu tersebut kita gunakan sebagai bahan dasar konstruksi yang bersifat lama. Keawetan kayu yaitu suatu daya tahan yang dimiliki kayu tersebut terhadap beberapa faktor yang merusak kayu.

Faktor yang Dapat Merusak Kayu

Keawetan kayu masih berkaitan erat dengan kelas yang dimiliki kayu kawan. Semakin tinggi kelasnya, maka secara otomatis semakin tahan awet pula jenis tersebut. Keawetan itu juga dapat dipatahkan oleh faktor-faktor berikut :

Jamur Kayu

Jenis Jamur Kayu
Gambar Jamur Perusak Kayu

Jamur merupakan salah satu jenis pengganggu keawetan kayu. Pasalnya jamur akan tumbuh dengan cepat pada batang yang diletakkan di tempat yang lembab. Jamur yang ada di kayu itu secara kimianya bernama Ganoderma applanatum. hehe sulit kali kan namanya.

Ganoderma applanatum biasanya banyak terdapat pada kayu yang sudah lapuk. Jamur ini juga tidak mempunyai mempunyai batang, dan biasanya tumbuh di atas batang-batang. Jamur yang baru saja tumbuh akan berwarna kuning muda kecoklatan.

Lalu, secara sendirinya dengan seiring waktu Ganoderma applanatum akan berubah menjadi warna coklat. Jamur ini juga disebut dengan tumbuhan tallus. Karena, tumbuhan ini merupakan organisme tingkat rendah yang belum mempunyai akar, daun, dan belum punya batang.

Tubuhnya terdiri dari sel saja, dan bersel banyak. Sel berbentuk benang (hifa). Hifa yang sudah terbentuk, akan bercabang-cabang membentuk bangunan seperti anyaman. Perubahan bentuk ini biasa disebut dengan sebutan miselium.

Rayap

Rayap pada Jenis Kayu
Rayap Perusak Kayu

Siapa nih yang nggak jengkel kalo barang yang kita sayangi rusak gara-gara dimakan rayap? Pasti semuanya merasa kesal akibat ulah dari hewan ini. Bahkan, rayap juga sangat mudah kita temui di seluruh pelosok Indonesia.

Rayap merupakan hewan yang memakan kayu, bahkan rayap juga disinyalir menjadi hewan penghancur rumah dan gedung-gedung di Indonesia. Karena hewan ini lebih banyak tinggal di dalam ruangan ketimbang di luar.

Hewan pemakan kayu yang satu ini terbagi menjadi dua jenis. Yakni rayap basah dan rayap kering. Walaupun sebenarnya keduanya sama-sama memiliki rumpun yang sama. Yang membedakan keduanya hanya habitatnya saja.

Bagaimana? Sudah ada gambaran tentang rayap basah dan kering ? Pada intinya, rayap basah lebih suka bersarang di tempat yang tidak kering. Sedangkan yang satu kebalikannya, yaitu rayap kering tidak suka dengan habitat yang lembab.

Jika kita pernah menemukan kayu yang lapuk atau ranting yang sudah busuk. Terus jika kita ambil ranting tersebut, terdapat gerombolan rayap yang bersarang di dalamnya, maka merekalah para rayap basah. Begitu juga sebaliknya dengan rayap kering.

Kumbang Bubuk Kayu Kering

Jenis Kayu
Contoh Kayu yang Bisa Menjadi Sasaran Rayap

Rayap sudah, jamur juga tertera di atas, sekarang waktunya kita membahas kumbang kawan. Ternyata ada juga loh kumbang yang suka merusak batang pohon atau kayu jadi. Kumbang ini bernama powderpost beetle.

Dan menjadi momok menakutkan bagi para juragan dan perusahaan kayu-kayu besar. Bahkan dia dapat menyebabkan kerusakan dan rugi yang sangat signifikan bila tak ditangani dengan baik dan teratur.

Apakah di rumahmu terdapat kursi meja atau apapun yang terbuat dari kayu namun ada lubang-lubang yang banyak dan keropos? Jika terdapat, maka kemungkinan besar terserang kumbang bubuk.

Terdapat satu referensi dari Integrated Pest Management (IPM), dari California Amerika Serikat, kumbang ini merupakan salah satu dari tiga kumbang kelompok pengebor kayu. Kayu yang golongannya keras pun dapat di serang dengan mudah olehnya.

Kumbang ini juga merupakan perusak kayu nomor dua setelah rayap, dengan ini kita juga harus lebih waspada dan menjaga barang kesayangan kita. Jika tidak, maka ia akan menimbulkan kerusakan rumah tangga atau industri dengan skala level yang sangat besar.

Mengukur Tingkat Keawetan Kayu

Tingkat pengukuran barang ini bisa kita lihat dari beberapa pengukuran, diantaranya:

  1. Kayu yang terlantar tanpa pelindung, namun air tidak dapat masuk ke dalam batang
  2. Berada di tanah yang lembab
  3. Berada di tempat yang terlindungi
  4. Ada di tempat yang terlindung serta daya tahannya
  5. Dimakan oleh rayap atau serangga lain seperti kumbang

Kelas

Pengukuran

I II III IV V
1 8 Tahun 5 Tahun 3 Tahun Singkat Sekali

Singkat Sekali

2

20 Tahun 15 Tahun 10 Tahun Beberapa Tahun Singkat Sekali

3

Tak Terbatas Tidak terbatas lama 10-20 Tahun Singkat
4 Tak Terbatas Tidak terbatas Tak Terbatas Min 20 Th

Max 20 Th

5

Tidak

Tidak

Agak Cepat

Cepat Sekali

Cepat Sekali

6

Tidak

Tidak

Agak Cepat

Tak Berbahaya

Cepat Sekali

Nah, gimana nih dengan adanya tabel di atas? pusing atau bahkan ada gambaran untuk memilah-milah? Gini deh, dari pada nggak maksud, intinya kelas III – V itu kurang bagus untuk mebel luar ruangan.

Terus apakah level III – V bisa digunakan untuk mebel yang luar ruangan min? Tentu saja tetap bisa kok, salah satu caranya yaitu dengan memberikan bahan pengawet pada bahan itu.

Apa Saja Contohnya?

Jika kita hanya mengetahui level tanpa mengetahui barang nya maka kita juga akan merasa kesulitan. Biar lebih mudah, kita lihat contoh kayu berdasarkan level masing-masingnya. Level ini diukur berdasarkan keawetannya ya.

  • Kelas I contohnya Kayu Jati, Ulin, Sonokeling, dan lain sebagainya
  • Kelas II yaitu seperti Kayu Akasia, Bungur, Rasamala, dan lainnya
  • Lalu kelas III diantaranya Kayu Meranti Merah, Pinus, Sungkai, dan lain-lain
  • Kelas IV seperti Jeunjing, Sengon, Benuang, dll
  • Kelas V contohnya Kayu Balsa, Bangkali, dan Kayu Kenanga

Namun beda lagi kawan, antara keawetan dan kekuatan. Kalau jenis jenis kayu berdasarkan kelasnya, maka urutannya sebagai berikut

  • Kelas I (Kayu Ulin, Balam, Bangkirai)
  • Kelas II (Kayu Jati, Sonokeling, Bungur, Meranti Merah, Rasamala, Sungkai, Akasia)
  • Kemudian kelas III (Kayu Pinus, Bangkali,Jabon)
  • Kelas IV (Kayu Jeunjing, Benuang, Sengon)
  • Kelas V (Kayu Balsa)

Next, kita masuk ke materi selanjutnya.

Jenis Jenis Kayu Berdasarkan Seratnya

Selain digunakan sebagai bahan dasar rumah, kayu juga menjadi favorit yang dalam proses pembuatan furniture. Karena, memiliki banyak ragam jenis dan karakteristik berdasarkan seratnya yang berbeda-beda. Tujuannya agar menghasilkan produk yang beragam dan bervariasi.

Serat atau Tekstur Jati

Tekstur Jenis Kayu Jati

Disebut-sebut banyak orang karena mempunyai tekstur yang sangat indah. Bahkan, terindah sekalipun jika kita bandingkan dengan tekstur lainnya. Tidak heran jika kayu ini menjadi salah satu primadona manusia dibidang furniture untuk mempercantik interior rumah.

Tak hanya memiliki tekstur yang indah kawan, tapi kayu ini juga memiliki daya tahan yang sangat kuat. Dapat menahan dari perbedaan cuaca, jamur, serangga perusak dan suhu.

Tekstur Mahoni

Serat Kayu Mahoni
Serat Halus Kayu Mahoni

Mempunyai tampilan warna merah hingga merah muda, dan mudah dijumpai di Indonesia. Memiliki tekstur yang halus serta mudah dipotong dan mudah dibentuk. Harga yang murah karena proses penanaman yang mudah pula.

Sonokeling

Serat Sonokeling
Meja Hasil dari Kayu Sonokeling

Merupakan kayu yang awet juga dan kuat seperti jati, walaupun levelnya masih di bawah jati. Mempunyai serat yang indah pula dengan kombinasi ungu dan hitam, membuat sonokeling juga menjadi pilihan manusia modern. Selain dibikin meja, juga bisa bikin gazebo.

Kayu ini sangat cocok digunakan untuk furniture yang minimalis. Tahan terhadap serangan serangga menjadi unggulan juga, umumnya tumbuh di hutan-hutan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kayu Ulin

Kayu Ulin
Contoh Serat Kayu Ulin yang Asli dari Kalimantan

Kayu yang berasal dari Borneo atau Kalimantan ini sangat cocok juga buat furniture. Terlebih populasinya juga sudah langka juga membuat harganya mahal.

Akasia

Tekstur Kayu Akasia
Tekstur Kayu Akasia

Kelas awetnya adalah level II, berarti mempunyai daya tahan rata-rata 20 tahun ke atas.

Sengon

Hasil Karya Kayu Sengon
Hasil Kreasi Berbahan Dasar Kayu Sengon

Leave a Reply

Open chat
Halo Admin Saya Mau Pesan Gazebo.